loading...

Cara Cerdas Kakek Menghadapi Gerombolan Maling

Ayo Ketawa! - Matahari sudah lama tenggelam dan suasana kompleks perumahan sudah sepi melompong. Seorang nenek berusia 81 tahun yang bersiap untuk tidur tiba-tiba menepuk bahu suaminya yang berusia 83 tahun di sampingnya.

"Mbah... coba dengar sebentar. Aku baru lihat keluar jendela, kok kayaknya lampu garasi kita menyala ya? Boleh tolong keluar sebentar buat mematikannya?"

Sambil meringis menahan pegal di pinggang, kakek tua itu pelan-pelan bangkit dari tempat tidur, memakai sandal capitnya, lalu melangkah ke luar rumah. Begitu sampai di samping halaman, matanya yang samar-samar mendapati pemandangan mengejutkan: ada lima orang maling yang sedang sibuk mengutak-atik gembok pintu garasinya.

Sambil mengendap-endap kembali ke dalam rumah, kakek langsung menyambar telepon dan menghubungi kantor polisi terdekat.

"Selamat malam, Pak Polisi! Tolong catat alamat saya ya. Di rumah ini cuma ada saya sama istri saya yang sudah tua. Sekarang ada lima orang maling lagi berusaha membobol garasi saya. Tolong segera kirim anggota ke sini!"

Petugas polisi di seberang telepon menjawab dengan nada santai, "Baik Pak, laporan dan alamat sudah dicatat. Tapi mohon maaf sekali, malam ini semua unit patroli kami sedang dipakai di tempat lain. Begitu ada anggota yang selesai tugas, langsung kami luncurkan ke rumah Bapak."

Mendengar jawaban itu, kakek geleng-geleng kepala. Ia berdiri di balik gorden sambil memperhatikan para pencuri yang makin leluasa beraksi. Dua menit kemudian, kakek mengangkat gagang telepon lagi dan menghubungi kantor polisi yang sama.

"Pak... halo? Nggak usah repot-repot kirim anggota lagi ya. Semua malingnya sudah saya beresin pakai senapan berburu saya."

Sontak seisi kantor polisi geger! Hanya dalam hitungan empat menit, sirine meraung-raung di depan rumah kakek. Satu armada pasukan lengkap, tim medis, dua ambulans, hingga mobil komando tiba di lokasi. Tanpa perlawanan, kelima pencuri yang kaget langsung dikepung dan diborgol di tempat.

Setelah situasi aman, komandan tim polisi mendatangi si kakek yang sedang duduk santai di teras sambil menyeruput teh hangat.

"Pak, tadi di telepon katanya Bapak sudah menembak mati semua pencurinya?"

Kakek menatap sang komandan, tersenyum tipis, lalu menjawab pelan, "Dan tadi di telepon katanya nggak ada unit yang tersedia, kan?"

"(°ã…‚°╬)!!!!" (***)