loading...

Efek Samping Lembur Efisiensi Anggaran

Ayo Ketawa! - Sore itu di lantai 12 kantor dinas, suasana benar-benar hening. Seorang PNS senior duduk lemas di meja kerjanya dengan mata merah dan kepala mau pecah.

Sudah tiga hari berturut-turut ia dipaksa lembur memangkas anggaran dinas demi program efisiensi nasional. Dari anggaran uang makan, dana spidol, sampai anggaran kertas A4 ikut dipangkas separuh. Brainstorming tanpa henti ditambah tumpukan berkas Excel sukses membuat otaknya konslet total.

Dengan langkah gontai dan pikiran melayang, ia berjalan menuju jendela di koridor lantai 12 hanya untuk mencari angin segar. Baru saja ia membuka jendela dan menyandarkan badannya, tiba-tiba dari arah tangga ada seorang staf honorer berteriak histeris sambil terengah-engah.

"Pak Bambang!! Cepetan Pak! Anak perempuan Bapak barusan tertabrak truk di depan kantor!!!"

Mendengar kabar buruk itu, refleks pertahanan diri si PNS yang sedang blank dan kelelahan berat langsung bekerja secara ekstrem.

Tanpa berpikir panjang, dengan kepanikan luar biasa, ia langsung melompat keluar dari jendela lantai 12!

Wuuushhh...

Angin kencang menerpa wajahnya saat tubuhnya meluncur deras ke bawah.

Saat melayang melewati lantai 8, angin kencang seperti sedikit menyedot hawa beban kerja dari otaknya.

Si PNS tiba-tiba tersadar, "Loh... bentar, kan anakku cowok semua? Aku mana punya anak perempuan?!"

Tubuhnya makin cepat meluncur. Ketika melewati lantai 4, otaknya yang tadinya konslet akibat revisi anggaran mulai pulih sepenuhnya.

Ia mendadak menepuk jidatnya sendiri, "Oalah jangkrik! Jangankan punya anak, lha wong aku ini jomblo lapuk belum pernah menikah!"

Breeeezzzz...

Tinggal satu meter lagi tubuhnya menghantam tanah, ingatannya kembali pulih 100%. Sebelum tubuhnya mendarat di semak-semak taman kantor, ia sempat berteriak paling kencang:

"LAAAAH... NAMAKU KAN MULYONO, KENAPA AKU MANGAP PAS DIPANGGIL BAMBANG???" (***)