loading...

Pahlawan Dadakan Yang Malah Ngajak Ribut

Ayo Ketawa! - Suatu hari, dalam pelayaran dari Jakarta menuju Medan menggunakan Kapal Nusantara, terjadi kegemparan di sore hari. Seorang anak kecil terseret angin dan jatuh ke laut di tengah gulungan ombak.

Para penumpang langsung berkerumun di tepi geladak, tetapi tidak ada satu pun yang berani melompat. Kapten kapal lewat pengeras suara sudah memohon-mohon agar ada penumpang yang bersedia menolong, namun semuanya hanya bisa menonton. Orang tua si anak kecil pun menangis histeris melihat anaknya berjuang di tengah lautan.

Tiba-tiba, di tengah suasana heboh itu, BYUURRR! Seorang pemuda melompat deras ke laut dan langsung berenang menerjang ombak menghampiri si anak kecil.

Anak buah kapal dengan sigap melemparkan tali penolong. Dengan perjuangan ekstra, pemuda itu berhasil memeluk si anak kecil dan keduanya ditarik kembali ke atas kapal dengan selamat.

Begitu berhasil naik ke geladak, Kapten kapal langsung menghampiri pemuda itu sambil menjabat tangannya erat-erat.

"Luar biasa! Anda berani sekali! Pria berani seperti Anda inilah yang dibutuhkan bangsa ini. Terima kasih, Anda sudah menyelamatkan nyawa anak ini sekaligus reputasi pelayaran kami. Nanti malam kita gelar pesta syukuran! Oh ya, siapa nama Anda?" puji Kapten bangga.

Pemuda itu hanya berdiri basah kuyup, memegang pinggangnya sambil cemberut berat dan menjawab singkat, "Kipoy..."

Ibu si anak kecil langsung merangkul Kipoy sambil menangis terharu, mengucapkan ribuan terima kasih, pujian, hingga janji hadiah. Penonton lain ikut bersorak dan bertepuk tangan. Anehnya, wajah Kipoy tetap ditekuk, merengut, dan kelihatan jengkel setengah mati. Semua orang jadi bingung melihat tingkahnya.

Malam harinya, pesta syukuran digelar sangat meriah. Setelah sambutan penuh haru dari Kapten kapal dan orang tua si anak, tibalah acara utama. Pembawa acara menggelegar lewat mikrofon:

"Hadirin yang berbahagia! Sekarang tibalah saatnya kita mendengar sepatah kata dari pahlawan kita hari ini! Seorang jagoan muda yang sangat pemberani... Kepada Saudara Kipoy, kami persilakan maju ke depan!"

Kipoy maju ke panggung dengan langkah terhentak-hentak. Wajahnya makin melipat, matanya menatap tajam ke seluruh hadirin di ruangan.

Ia memegang mikrofon, diam sejenak menahan napas, lalu berteriak dengan nada jengkel:

"Saudara-saudara sekalian! Saya tak perlu cakap banyak-banyak... Saya cuma mau tanya satu hal: TADI SORE SIAPA YANG DORONG SAYA DARI BELAKANG?!" (AyoKetawa)