Loading...

Beginilah Asal-Usul Ukuran "Anu" Hewan di Bahtera Nabi Nuh

Ayo Ketawa! - Semua orang tentu tahu kisah legendaris tentang bahtera penyelamatan saat banjir bandang melanda dunia. Namun, ada satu kisah di balik layar yang luput dari sejarah resmi—khususnya insiden pelik yang melibatkan para penghuni kebun binatang darurat tersebut.

Ketika hujan lebat mengguyur selama 40 hari 40 malam, suasana di dalam kapal menjadi sangat dingin dan mendukung. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pasangan kelinci yang malah asyik "produksi" anak besar-besaran. Akibatnya, populasi meledak dan stok makanan di kapal langsung terancam krisis.

Panik melihat kelinci yang tidak tahu kondisi darurat, sang pengawas kapal langsung mengambil tindakan tegas. Demi mencegah kekacauan "rumah tangga" lanjutan di tengah badai, ia memutuskan untuk mengumpulkan seluruh "atribut kejantanan" para hewan dan menyimpannya ke dalam sebuah peti besar. Perjalanan pun akhirnya aman terkendali sampai banjir surut.

Masalah baru yang jauh lebih gawat justru muncul saat bahtera mendarat dan para hewan hendak turun. Sontak saja mereka melakukan aksi demo menuntut agar "aset berharga" mereka dikembalikan. Celakanya, si oknum pengawas lupa memberi label nama pada benda-benda di dalam peti tersebut! Padahal, jenis hewan di dalam kapal jumlahnya ribuan.

Tidak kehilangan akal untuk mengatasi kericuhan, si pengawas langsung melempar seluruh benda tersebut sejauh-jauhnya ke luar kapal, memicu aksi rebutan massal yang sangat kacau.

Karena larinya yang paling kencang, si Kuda berhasil menyambar ukuran yang paling besar dan gagah—silakan buktikan sendiri bentuknya. Sebaliknya, si Bebek yang berjalan lambat dan geal-geol hanya kebagian sisa-sisa yang sudah gepeng akibat terinjak-injak hewan lain.

Tapi, nasib paling mengenaskan menimpa si Semut. Karena tubuhnya yang teramat kecil, ia tidak pernah berhasil menemukan bagian miliknya sampai detik ini.

Makanya, kalau kita perhatikan barisan semut di dinding yang sedang berjalan beriringan, mereka pasti selalu berhenti sejenak setiap kali berpapasan dengan temannya. Usut punya usut, percakapan rahasia mereka saat berpapasan ternyata selalu sama:

"Udah ketemu belum...?" (***)